Hindari Ini Saat Mendidik Anak

Saat menjadi orangtua, Anda mungkin pernah merawa kecewa atau kesal kepada anak. Hal-hal yang membuat Anda kesal misalnya: rumah yang tidak pernah rapi atau tembok yang penuh coretan atau tumpahan makanan. Namun hal yang paling membuat Anda kecewa mungkin ketika anak tidak tumbuh sesuai dengan harapan.

Jangan salahkan orang lain ketika itu terjadi. Bisa saja itu karena pola asuh yang salah diterapkan kepada anak. Pola asuh apa saja yang harus dihindari?

Arogan

Jangan pernah menjadi arogan di hadapan batita Anda. Jika Anda adalah orangtua yang arogan, Anda akan melihat anak tumbuh menjadi arogan seperti Anda. Batita perlu dibimbing dengan toleransi dan kesabaran agar mereka tumbuh menjadi anak yang baik. Arogan adalah pola pengasuhan anak yang buruk dan harus dihindari.

Melanggar janji

Ketika Anda sudah membuat janji dengan anak, jangan pernah mengingkarinya dengan alasan apapun. Membuat janji dengan anak seperti membuat kesepakatan dengan klien dan Anda tidak dapat melanggarnya. Batita sudah cukup mengerti arti pentingnya janji orangtua dan mereka bisa merasa kecewa.

Bersumpah

Jangan pernah membuat sumpah di hadapan batita. Batita adalah usia yang matang untuk belajar hal baik dan buruk. Bersumpah di depan mereka hanya akan membuat bingung. Membuat sumpah adalah salah satu pola pengasuhan anak yang buruk.

Memaksa

Batita Anda perlu melakukan hal-hal yang mereka sukai. Ketika Anda memaksa si kecil untuk melakukan hal-hal yang Anda inginkan, Anda tidak akan mendapatkan hasil maksimal. Memaksa anak Anda adalah salah satu pola pengasuhan anak yang buruk dan Anda berhenti melakukannya sebelum terlambat.

Melibatkan anak dalam masa sulit

Ketika datang masa-masa sulit yang harus Anda lalui dengan pasangan, jangan pernah libatkan anak. Hal itu hanya akan memberikan ketegangan mental dan berimbas pada kesehatan si kecil. Sebagai orangtua, Anda tidak boleh memberikan tekanan mental pada batita.

Sumber Parentsindonesia

TIMUR VS BARAT: POLA ASUH ANAK MANDIRI

Anak Timur lebih dimanja. Anak Barat tidak sopan. Mari cari tahu keunikannya masing-masing.

Berbicara tentang pendapat tersebut di atas, pasti tak lepas dari pola asuh kebudayaan antara “Barat dan Timur”. Setiap kebudayaan memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri, jadi jangan sekali-kali mom and dad merasa budaya sendiri sudah paling tepat.

Untuk melihat seberapa jauh perbedaanya kita bisa mebandingkan dari beberapa aspek seperti:

Waktu
Orang Timur terkenal kurang menghargai waktu kalau ada janji. Berbeda dengan orang Barat, mereka sangat menghargai waktu.

Hubungan antar manusia
Orang Timur sangat senang jika selalu bersama keluarga, berbeda dengan orang Barat yang cenderung individualis. Karena itu orang Timur sangat bersosialisasi, tak heran jika situs media soal seperti Twitter dan Facebook lebih banyak diminati oleh orang Timur, khususnya Indonesia.

Membesarkan Anak
Di keluarga orang Timur terutama di Indonesia, perlakuan orangtua terhadap anak sudah sangat memanjakan, sehingga anak tidak mandiri. Berbeda dengan keluarga orang Barat, anak-anak mereka dididik supaya mandiri semenjak kecil, setelah dewasa orangtua sudah melepaskannya. Karena terdidik mandiri sejak kecil, umumnya orang Barat lebih percaya diri dibanding orang Timur.

Tren
Orang Timur kalau ada sesuatu yang baru, belum puas kalau belum sampai memilikinya, makanya tak heran kalau orang Indonesia banyak yang konsumtif. Berbeda dengan orang Barat Barat kalau ada sesuatu yang baru, tidak serta merta membelinya.

Pendapat
Orang Timur cenderung berbelit-belit dalam hal berargumen, terkadang harus berputar-putar dulu untuk mengatakan sesuatu, padahal maksudnya tidak serumit yang dimaksud. Sangat berbeda dengan orang Barat, mereka langsung ke pokok masalah dan mereka tidak biasa berbasa-basi.

Emosi
Jika merasa perlu marah Kalau orang Barat lagi marah memang benar-benar marah, beda kalau orang Asia lebih banyak memedam amarah, terkadang ada istilah dibalik senyuman ada kebencian.

Tentu saja, tidak semua yang dari Barat itu baik, dan tidak semua nilai-nilai Timur itu harus diganti. Nah sekarang adalah peran Smom and dad dalam membesarkan anak anda. Dengan kombinasi yang tepat, andapasti bisa sukses menerapkan pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan.

Sumer : superkidsindonesia

TATA KRAMA DI MEJA MAKAN

Bersikap sopan di meja makan mengajarkan kita menghargai orang lain.

sejak kecil kita sudah diajari tata krama makan. Apa sih pentingnya? Itu lebih dari sekadar urusan makan yang sopan, tapi juga urusan hidup. Zaman sekarang, orang dinilai dari penampilan dan perilaku. Tata krama di meja makan menentukan apakah kita anak sopan atau anak liar.

Lalu, bagaimana tata krama makan yang sopan? Tergantung budayanya, sih. Itu berbeda dari satu negara ke negara lain. Orang Barat, orang Afrika, orang China, orang Arab, orang Indonesia punya budaya dan tata krama makan masing-masing. Sebagai negara multikultur, Indonesia juga punya banyak etnis yang masing-masing punya aturan kesopanan sendiri.

Nah, berikut ini beberapa aturan makan di Indonesia;
1. Pakai tangan kanan kalau mengambil makanan dan memasukkan ke mulut. Jangan pernah tangan kiri, pun jika kau kidal.
2. Pegang sendok di tangan kanan dan garpu di tangan kiri.
3. Jangan mengambil makan atau minum sampai orang tertua di meja sudah dilayani dan mulai makan.
4. Jangan mengunyah sambil berbicara, dan jangan menjejali mulut terlalu penuh.
5. Kalau nggak suka makanannya, sisihkan itu di piringmu sendiri.
6. Cuci tangan sebelum makan, lalu tempatkan serbet di pangkuan.
7. Tidak boleh ada mainan atau hewan peliharaan untuk dibawa ke meja, dan tidak boleh mempermainkan makanan.
8. Kalau butuh sesuatu, minta bantuan seseorang mengulurkannya padamu.
9. Jangan pernah ambil makanan dari piring orang lain di meja.

Sumber : superkidsindonesia

JADI AYAH, IYA. JADI IBU, JUGA IYA.

Jadi Ayah, iya. Jadi Ibu, juga iya. Mungkinkah orangtua tunggal menjadi ayah dan ibu sekaligus? Mungkin saja, asal tahu caranya.

Dalam keadaan apa pun, membesarkan bisa sangat menyulitkan. Melakukannya tanpa pasangan, membuat tingkat kesulitannya lebih tinggi lagi. Sebagai orangtua tunggal, Anda mungkin memiliki tanggung jawab untuk semua kebutuhan anak. Hal ini dapat mengakibatkan stres tambahan dan kelelahan.

Jika Anda terlalu lelah atau terganggu secara emosional atau kurang konsisten dalam mendisiplin anak, mungkin akan timbul masalah perilaku pada anak. Hal-hal seperti inilah yang kemudian memicu kekhawatiran pada para orangtua tunggal.

mengatasi kekhawatiran ini, mom and dad bisa menyimak beberapa saran di bawah ini:

• Selalu berpikir positif.
Misalnya, seorang ibu yang menjadi orangtua tunggal selalu memberi komentar yang positif tentang ayah dari anaknya pada semua orang, terutama kepada sang anak. Caranya dengan menunjukkan prestasi atau sikap positif yang dimilikinya. Hal ini menghindari pernyataan negatif tentang sang ayah.

• Menghindari imej buruk tentang lawan jenis.
Kalimat yang sering kita dengar dari ibu yang menjadi orangtua tunggal adalah “semua laki-laki sama saja”. Komentar ini membuat imej buruk terhadap semua laki-laki, yang kemudian akan menghilangkan peran ayah bagi anak. Untuk menghindarinya kita bisa menceritakan anggota keluarga dari si ayah yang merupakan benar-benar orang baik.

• Mencari hubungan positif dengan pria atau wanita yang bertanggung jawab sebagai rekan.

Hal ini bisa berfungsi sebagai model peran bagi anak anda. Perlihatkan pada mereka bahwa memiliki hubungan jangka panjang itu sangat mungkin dilakukan.

Menjadi orangtua tunggal bisa menjadi pengalaman yang menantang tetapi juga bermanfaat. Dengan menunjukkan cinta, hormat, kejujuran, dan tetap bersikap positif, Anda dapat mengurangi stres sebagai orangtua tunggal dan membantu anak anda lebih berkembang.

Sumber : superkidsindonesia

JANGAN GENGSI MINTA MAAF KE ANAK

Orangtua bisa saja salah, tapi minta maaf kadang jadi pilihan sulit.

Mira tidak dapat menemukan ponselnya, dan langsung menuding putranya yang masih 8 tahun. Anaknya membela diri, tapi Mira sudah terlanjur jengkel. “Berapa kali Ibu harus bilang; jangan ambil barang-barangku?” hardiknya. Tapi, segera setelah itu, Mira menemukan ponsel di saku jaketnya.

Dear mom, apa yang orangtua harus lakukan ketika telah menuduh atau menyakiti atau anak? Haruskah dia tidak gengsi mengakui kesalahan dan meminta maaf? Atau enggan mengakui salah karena bisa melemahkan otoritasnya dan menyebabkan anak kehilangan rasa hormat padanya?

Memang, permintaan maaf itu sulit tapi pilihan terbaik. Kenapa? Berikut ini lima manfaatnya;
Minta maaf itu menyehatkan: menurut studi pada 2002 oleh peneliti dari Hope College dan Virginia Commonwealth University di Amerika.
Permintaan maaf bisa memperbaiki keadaan. Kadang kata ‘maaf’ yang tulus bisa memperbaiki keadaan segera. Kadang, mungkin butuh waktu.
Itu menunjukkan kualitas diri yang baik. Meminta maaf menunjukkan kerendahan hati dan keinginan untuk bertobat atas suatu kesalahan.
Agar anak belajar langsung. Jika orang tua tidak pernah meminta maaf, anak mungkin tidak pernah belajar pentingnya mengekspresikan penyesalan.
Mengaku salah tidak menunjukkan kelemahan, namun menunjukkan kekuatan dan perkembangan. Minta maaf dengan tulus bisa menyembuhkan sakit hati dan mengembangkan kepercayaan.

Dengan menunjukkan pada anak bagaimana menangani kesalahan maka itu memberi mereka keterampilan yang bisa meningkatkan kehidupan mereka kelak.

Sumber : Superkidsindonesia

WAH, ANAKKU POLIGLOT!

Anak itu bisa tumbuh seiring dengan cepatnya dan canggihnya dunia.

Sekarang ini zaman globalisasi. Pasti keren kalau punya anak poliglot yang terampil banyak bahasa. Bukan cuma fasih bahasa induk, tapi juga terampil bahasa lain. Tapi, Supermom, mengajari bahasa itu tidak semudah membalik telapak tangan. Prosesnya sangat panjang. Tapi, bukan berarti tak mungkin.

Cara pertama, dan mahal, adalah memasukkan anak ke tempat pendidikan bahasa asing. Anak dibimbing dan dibiasakan menggunakan satu atau lebih bahasa asing. Kelemahan cara ini adalah anak tidak selalu bisa mempraktikkan ketrampilan berbahasanya di rumah atau di tempat bermain.

Cara kedua, yang lebih praktis, adalah membawa anak-anak bergaul intensif dengan orang-orang dari berbagai bahasa. Sering-sering bawa anak bermain di rumah tetangga yang keluarganya berbahasa asing. Anak punya kecerdasan alami untuk belajar bahasa sambil bermain. Masalahnya adalah tidak semua tempat memiliki komunitas orang-orang asing.

Cara ketiga, yang lebih rumahan, biasa disebut SOSB (satu orang, satu bahasa). Ini bisa didapatkan dalam keluarga multi-nasional, misalnya ayah Indonesia dan ibu Belanda. Setiap kali bicara dengan ibu, si anak harus menggunakan bahasa Belanda. Setiap kali berbicara dengan ayah, anak harus menggunakan bahasa Indonesia.

Apa pun cara pengasuhan itu, yang tak kalah penting adalah persetujuan keluarga, ada rencana jangka panjang, entusiasme tapi realistis, dan dilakukan secara terus-menerus. Mau coba?

Sumber : superkidsindonesia

Mengasah Kecerdasan Naturalistik

Balita suka mengumpulkan dedaunan, biji buah-buahan kering, kulit kerang dan bebatuan. Untuk apa, hanya balita yang tahu. Namun, Anda perlu tahu bahwa balita memiliki kecerdasan naturalistik.

Apa sih kecerdasan naturalistik ? dan bagaimana cara mengasahnya?

Kecerdasan naturalistik adalah kemampuan mengenali dan menglasifikasi pola-pola alam. Koleksinya yang lebih mirip sampah itu adalah bahan pelajarannya untuk mengasah kecerdasan naturalistik. Asah potensinya! Siapa tahu dia bisa menjadi ilmuwan hebat seperti Charles Darwin, Bapak Teori Evolusi atau Luther Burbank, ahli botani dari Amerika dan penemu Ilmu Pertanian.
Menikmati alam pantai dan pegunungan adalah wilayah kesukaan si cerdas naturalistik. Pantai adalah laboratorium kehidupan laut yang berisi aneka mahkluk hidup. Selain itu ada pasir, kulit kerang dan batu karang. Biarkan anak membawa benda-benda itu sebagai koleksinya. Ajak pula anak ke pegunungan, berjalan-jalan dan mengamati tanaman yang tumbuh di sana. Bila Anda tak paham tanaman, beri kesempatan si kecil untuk menyentuh dan menggunakan caranya sendiri untuk belajar.
Merawat binatang adalah tanggung jawab yang disukai si cerdas naturalistik. Ajak anak ke dokter hewan saat membawa binatang peliharaan untuk divaksin. Perlihatkan juga cara memberi makan dan membersihkan kandang hewan.
Jalan-jalan ke Taman Safari dan Kebun Raya cocok untuk mereka. Di tempat ini ia bisa melihat habitat hidup binatang mendekati aslinya berikut pakannya. Di Kebun Raya anak bisa melihat perbedaan berbagai tanaman dan pepohonan. Sering-sering mengajak si kecil ke luar kota untuk membandingkan tanaman, bisa mengasah kecerdasan naturalistiknya.
Membaca buku-buku pengetahuan bergambar binatang seperti unggas, serangga, reptil, mamalia. Bacakan dan ceritakan secara detail habitat hidup, kebiasaan dan pakan binatang. Lengkapi koleksi buku tentang bunga, tanaman atau pepohonan.
Mengoleksi adalah kebiasaan anak cerdas naturalistik. Saat jalan-jalan, ia akan memetik rumput, daun, bunga maupun buah yang tak penting menurut Anda. Meski begitu, dorong anak untuk mengumpulkan apa saja: bebatuan, kulit kerang, serangga. Ajak anak melihat perbedaannya dan membuat klasifikasinya. Misalnya jenis rumput: rumput gajah, rumput manila, dan sebagainya. Jangan marahi anak bila ia memungut sesuatu di jalan.
Mandi hujan atau berjemur di panas matahari bisa menjadi bahan pelajaran si kecil. Izinkan anak merasakan hujan dan sengatan matahari agar ia mengenal perbedaan suhu udara dan cuaca.
Memandang langit di malam hari, ceritakan tentang bulan, bintang dan binatang malam. Di siang hari, tunjukkan pada buah hati Anda, bagaimana awan-awan bergerak, berubah bentuk menjadi apa saja. Ajarkan perbedaan siang dan malam.
Menanam tumbuhan mulai dari biji hingga menjadi kecambah dan pohon cabai misalnya, membuat balita Anda yang cerdas naturalistik sangat senang. Apalagi saat bunga cabai berubah jadi buah cabai. Ajak ia menghitung hari dan mencatatnya meski balita belum bisa membaca. Catatan ini penting untuk Anda agar Anda bisa menjelaskannya pada anak. Kapan-kapan, ajak balita melihat cara lain menanam dengan cara stek.
Sediakan mainan yang bisa mengasah kecerdasan naturalistik:
Pasir untuk membuat gunung, persawahan. Selain pasir, berikan juga tanah agar anak belajar mengenali perbedaan tekstur tanah dan pasir.
Teleskop, jelaskan kegunaan dan cara menggunakannya.
Mikroskop, sediakan preparat dan jelaskan kegunaan dan cara menggunakannya.
Buku-buku sejarah tentang terjadinya gunung berapi dan tentang terjadinya bumi.
Scrapbook, label, lem, gunting dan sebagainya untuk mengumpulkan koleksinya.

Sumber Ayahbunda

Prilaku konsumtif pada anak

”Uah….uah….uah….pokoknya adek mau mainan mobil-mobilan itu!” terdengar tangisan seorang anak kecil berumur sekitar 5 tahun di suatu toko mainan sebuah mal besar di Jakarta, lalu terdengar pula suara sang bunda yang coba membujuknya, ”adek, jangan nangis gitu dong…kan malu dilihat orang, lagipula minggu lalu kan sudah beli mainan” tapi rupanya bujukan sang bunda tidak cukup ampuh terbukti mainan mobil-mobilan tersebut sekarang sudah berpindah tangan dan anak kecil tersebut mendekapnya dengan penuh gembira tanpa peduli orang-orang disekitarnya yang memandanginya, tinggallah sang bunda yang pergi ke kasir sambil mengusap-usap dada dan mulut komat-kamit istigfar untuk menahan emosi.

Berikut beberapa tips melindungi anak dari prilaku konsumtif
*.Ajari anak untuk menyisihkan sebagian uang jajannya
*.Berikan kepercayaan kepada anak untuk mengatur sendiri uang jajannya
*.Belikan tabungan dengan bentuk yang lucu agar anak tertarik untuk menabung
*.Apabila tabungannya sudah penuh, ajak untuk memindahkan tabungannya ke bank agar dia bisa tahu berapa jumlah tabungannya
*.Ajari anak membeli barang sesuai kebutuhan
*.Ajak anak untuk menyusun daftar belanja setiap bulannya
*.Ajak anak untuk berbelanja agar dia tahu berapa harga barang di pasaran
*.Berikan prioritas pada barang yang akan dibeli (berdasarkan barang yang paling dibutuhkan)
*.Sebelum pergi berbelanja buat perjanjian dengan anak kalau boleh membeli satu barang dengan harga yang terjangkau kantong orangtua
*.Ajari anak untuk selalu merawat barang-barang miliknya agar dia dapat menghargai setiap barang yang dimilikinya.

Sumber : YKAI

Menjadi Sahabat Anak….

Menjadi sahabat anak merupakan salah satu bentuk pola pengasuhan (parenting) yang dapat diterapkan orang tua dalam pendidikan keluarga. Semua berawal dari rumah. Pola asuh orang tua dalam keluarga sangat mempengaruhi perkembangan dan kepribadian anak karena orang tua merupakan figur pelindung, pemberi dan pemerhati sekaligus role model bagi anak. Dalam kesehariannya, anak-anak tidak hanya membutuhkan figur orang tua. Anak-anak juga membutuhkan sosok sahabat yang bisa menjadi partner dalam dunianya, sehingga ia merasa senang, ceria dan nyaman dengan diri dan lingkungannya. Sebagai orang terdekat anak, orang tua harus bisa berperan, memposisikan diri sebagai sahabat bagi anak. Mengapa demikian?

Setiap manusia, tidak terkecuali anak-anak membutuhkan sahabat dalam hidupnya. Bahkan anak-anak autis diindikasi lebih responsif terhadap orang yang bersikap sebagai seorang sahabat. Sahabat merupakan kebutuhan sekaligus keinginan setiap manusia karena secara alami dan naluriah, manusia membutuhkan orang lain untuk saling memberi, saling mengerti, saling berbagi, saling mengisi dan melengkapi. Dalam persahabatan ada kepercayaan, kebersamaan, kepedulian dan kedekatan hubungan, tanpa mengesampingkan pemahaman dan penerimaan atas kelebihan dan kekurangan sahabatnya. Ibarat matahari, sahabat merupakan energi yang bisa membangkitkan gairah dan semangat anak dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari.

Pengertian dan arti sahabat bagi anak-anak tentu tidak sedalam pemahaman orang dewasa, tetapi ada kesamaan pandangan dasar mengenai kebutuhan akan sahabat tersebut. Kenyataannya, anak-anak seringkali lebih jujur dan natural dalam mengartikan sahabat. Mereka membutuhkan sahabat untuk menemaninya bermain, berinteraksi dan berbagi cerita tentang pengalaman sehari-hari, seperti tontonan yang disukai, kehebatan mainan, bahkan menyatakan gagasan, imajinasi, rasa suka atau tidak suka dengan apa adanya. Sahabat bisa membuat anak lebih terbuka karena posisi mereka sejajar, bisa saling mengisi, lebih betah dan asyik sekalipun sering diselingi pertengkaran. Karena itu, sahabat penting untuk anak karena sahabat membuat mereka belajar dan merasa senang.

Cara menjadi sahabat anak
Dengan memahami hal tersebut, orang tua bisa menempatkan diri sebagai mitra sejajar, partner dan sahabat anak untuk lebih mendekatkan diri dan lebih memahami keinginan dan kebutuhan si kecil. Bagaimana cara efektif menjadi sahabat anak?
Pertama, jadilah pendengar yang baik dan aktif untuk anak, sehingga ia merasa dihargai dan dicintai. Sahabat yang baik selalu menyiapkan telinganya untuk mendengarkan sahabatnya. Berikan respon yang positif dan logis ketika anak bercerita atau curhat karena kitalah sahabat terbaik mereka. Ajukan pertanyaan-pertanyaan seputar ceritanya, tetapi jangan sampai membuat privasinya merasa terusik dan terganggu. Berikan anjuran atau pendapat yang bisa ia mengerti sebagai anak-anak, tetapi jangan menekankan keharusan yang bernada perintah atau larangan agar ia tidak merasa didikte, serta mau dan mampu berinisiatif juga kreatif.

Kedua, libatkan diri kita dalam kegiatan dan dunia anak. Seorang sahabat akan berupaya memahami apa yang disukai dan tidak disukai sahabatnya. Sebagai sahabat, orang tua harus mampu menyelami dunia si kecil. Temani dan dampingi anak ketika bermain, pahami kebiasaan-kebiasaan yang ia lakukan saat bermain atau menonton, perhatikan kreativitasnya terhadap mainan dan ajaklah berbicara secara aktif agar kecerdasannya terstimulasi secara efektif. Hal ini memang tidak perlu dilakukan setiap saat, tetapi di saat kita bisa, manfaatkan quality time tersebut untuk lebih dekat dengan si kecil. Dengan melakukan ini, orang tua dapat memahami kelebihan dan kekurangan anak, serta tidak selalu memaksakan kehendak terhadap anak.

Ketiga, berikan pujian dan teguran secara jujur, tulus, proporsional dan rasional. Ketika anak berbuat salah, tegur ia dengan sikap tidak menghakimi. Jangan mengekspresikan kemarahan berlebihan yang akan membuatnya tertekan dan merasa direndahkan. Hal ini akan berdampak negatif terhadap perkembangan kepribadiannya. Berikan pujian untuk setiap keberhasilan yang diraihnya agar ia merasa dihargai dan termotivasi, tetapi jangan berlebihan. Sahabat yang baik akan bersikap jujur, tidak hanya menyenangkan hati sahabatnya, tetapi juga berani menyatakan dan membantu memperbaiki kesalahan atau kekurangan sahabatnya. Sebagai sahabat dan orang terdekat, orang tua memiliki arti khusus bagi anak. Apapun yang disampaikan pasti akan mempengaruhi pikiran dan perasaannya. Karena itu, sampaikanlah kelebihan dan kekurangan anak dengan jujur, tetapi dengan cara yang membuatnya mengerti dan tidak merasa disakiti.
Keempat, berikan kepercayaan terhadap anak. Dalam persahabatan ada kepercayaan dan penghargaan atas kemampuan sahabatnya. Sesekali biarkan anak mencoba sendiri hal-hal yang ingin dilakukannya asal tidak membahayakannya, seperti mandi dan makan sendiri atau mencoba permainan baru. Cara ini dapat menumbuhkan kepercayaan dirinya, tidak selalu bergantung kepada orang lain, merasa dihargai dan bisa mandiri. Dengan penghargaan dan kepercayaan, kemampuan kreatifnya pun akan lebih berkembang.

Manfaat menjadi sahabat anak
Keragaman pengalaman orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak akan semakin memperkaya metode parenting, serta cara yang dilakukan untuk menjadi sahabat bagi anak, termasuk cara-cara di atas. Namun, dari semua itu kita dapat mengambil hikmah dan manfaat yang besar bagi proses tumbuh kembang anak. Apa saja manfaatnya?
Orang tua semakin memahami sifat dan watak anak, kekurangan dan kelebihan anak, serta kebiasaan baik dan buruk anak, sehingga bisa mengoptimalkan potensi kecerdasannya juga minat dan bakatnya, serta dapat menerima dan memperbaiki kekurangan anaknya.
Menjalin komunikasi yang lancar dan harmonis antara orang tua dan anak. Komunikasi yang lancar akan memudahkan orang tua dalam menerapkan pola dan metode pengasuhan dalam pendidikan keluarga. Komunikasi merupakan jalan untuk menumbuhkan pengertian dan kepercayaan, sehingga hubungan orang tua anak lebih terbuka dan harmonis.
Mendapatkan kepercayaan dari anak. Kepercayaan ini sangat berarti hingga ia besar nanti. Saat ia menghadapi masalah ia akan menjadikan orang tua sebagai tempat curhat dan berbagi beban.
Mempererat hubungan dan memperkuat ikatan batin. Pemahaman, pengertian kepercayaan dan jalinan komunikasi yang lancar merupakan modal utama kekuatan sebuah hubungan, termasuk hubungan orang tua dan anak.
Sahabat adalah tangan yang siap memberi, telinga yang siap mendengar dan hati yang siap mengerti. Ketika kita mampu memaknai anak sebagai anugerah dan amanah, maka kehadirannya membuat hidup kita menjadi indah. Bersahabatlah dengan anak agar kita bisa memasuki dan memahami dunianya. Semoga bermanfaat.

Penulis : Nia (YKAI)

Anak Belajar dari Tindakan Spontan

Kadangkala, semakin sedikit Mama berbicara, semakin banyak anak akan belajar sesuatu. Jika orang dewasa mengatakan sesuatu, anak berasumsi sudah diberitahu segala sesuatu yang harus diketahuinya, dan ini membuat mereka tidak perlu menemukan sesuatu sendiri.

Meski begitu, ini tidak berarti Mama harus langsung menutup mulut begitu anak meminta tolong. Hanya dengan menunda memberinya instruksi setelah anak memiliki kesempatan untuk bereksplorasi, hal ini bisa membuatnya menemukan sesuatu yang kreatif. “Kita harus lebih terbuka untuk belajar sesuatu secara spontan,” kata Patrick Shafto, Ph.D., peneliti dari Early Childhood Cognition Lab pada MIT di Boston. Gunakan informasi ini untuk membantu anak belajar.

Ayo, terus berikan instruksi jika ia:
- Belajar untuk membuat roti selai kacang
- Mencoba untuk mengikat tali sepatu
- Menulis huruf dan angka

Namun, biarkan ia mengeksplorasi sendiri kalau ia:
- Menggambar dan mewarnai
- Bermain dengan mainan baru
- Menyanyi atau menari

Sumber : Parenting